Maaf sebelumnya jika ada pihak yg merasa terganggu dg tulisan saya.
Semitik?
Kata tanya yang langsung saya ulang ketika membaca buku harian seorang agnostic atheis, sontak kedua alis berkerut. Saya semakin menyusur larik demi larik goresan penanya. Menarik memang, dengan gaya tulisan yang lugas tak terkontradiksi dia begitu bebas menggoreskan isi hatinya.
Kemudian saya teringat dengan blog saya yang sudah berapa bulan ini mangkrak karena himpitan pekerjaan yang mengkamuflase hidup saya menjadi mesin pencetak program. Saya lalu bercermin dan melihat diri saya, selama ini saya hanya secara abstrak mengungkapakan apa yang ada di hati pada blog tanpa melihat apakah ada hikmah yang bisa diambil dari tulisan ini ataukah tulisan saya selama ini hanya sampah curahan hati?
Kali ini saya tak ingin membahas isi blog saya, saat yang ini terlintas di otak saya hanya satu kata namun mampu memberi sejuta paradogma baru.
Semitik, kata yang cukup menggelitik saya, bagaimana tidak, jika selama ini saya hidup di lingkungan Islam yang harmonis (walaupun saya tertarik sekali mempelajari sejarah masa lalu tentang perang constantinopel, cartedal, sejarah Turki, Bani Israel, timur tengah,dll), tapi saya merasa Indonesia berada jauh dari sejarah luar biasa itu.
Mata saya langsung terbelalak begitu membaca sejarah masuknya kaum terusir (saya rasa semua sudah tahu tentang pertumpahan darah di tanah wakaf Palestina oleh kaum semitik) ke Indonesia yang keberadaannya saat ini entah di bagian mana tentu tak ada yang tahu.
Selamanya di bumi manapun, kaum semitik jewish tidak akan pernah punya negara/tanah, itu sudah di jelaskan di Al-Quran. Bukan hanya Islam, tapi European Christian pun juga melakukan anti semitik (di jelaskan di anti semitic legends yang di tulis ulang oleh D.L.Ashliman tentang berbagai peristiwa seorang Jewish yang kebanyakan terjadi di Jerman).Hm.. mungkin jika ada waktu saya akan bercerita tentang Semitik lebih lengkap.
Yang membuat saya penasaran adalah di library itu di tuliskan sebuah alamat yang tak asing lagi bagi saya ‘Kayoen Surabaya’..Jadi begitu mengetahui ini saya menjadi bertanya-tanya dimanakah berada kaum semitik jew… itu sekarang?








Recent Comments