Global Crisis Come to Japan

Krisis  yang melanda dunia akhri-akhir ini memang cukup meresahkan. Tak telak negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia bertekuk lutut dibuatnya. IMF mengalami kerugian besar sehingga terpaksa menjual cadangan emasnya secara bertahap.

Di penghujung tahun 2008 kemarin bolehlah Jepang masih bisa tersenyum . Namun menjelang tahun 2009, ketika flu yang diderita Amerika semakin parah, Jepang pun mulai batuk-batuk. Sejumlah perusahaan besar berkelas international dalam konferensi pers dilaporkan menderita kerugian yang tak tanggung-tanggung.

Menurut surat kabar “Asahi Shimbun, dilaporkan 9 perusahaan elektronik raksasa yang mengalami kerugian terbesar:
1. Hitachi
kerugiannya 700 (dalam 1 Milyar Yen)
Mengurangi dan memindahkan karyawan di luar dan di dalam Jepang sebanyak 7000 orang

2. Panasonic
kerugiannya 380 (dalam 1 Milyar Yen)
Mengurangi karyawan di dalam dan di luar jepang sebanyak 15000 orang

3. NEC
kerugiannya 290 (dalam 1 Milyar Yen)
Mengurangi karyawan di dalam dan di luar Jepang sebanyak 20000 orang termasuk di dalamnya karyawan tetap 10000 orang

4. Toshiba
kerugiannya 280 (1 Milyar Yen)
Mengurangi karyawan kontrak di dalam Jepang sebanyak 4500 orang

5. Sony
kerugiannya 150 (satuan dalam 1 Milyar Yen)
Mengurangi karyawan di dalam dan di luar Jepang sebanyak 16000 orang

6. Sharp
kerugiannya 100 (dalam 1 Milyar Yen)
Mengurangi karyawan kontrak di dalam Jepang sebanyak 1500 orang

7. Fujitsu
kerugiannya 20 (dalam 1 Milyar Yen)
Memindahkan karyawan di dalam Jepang terutama bidang semiconductor sebanyak 2400 orang

8. Mitsubishi Electric
kerugiannya 10 (dalam 1 Milyar Yen)
Mengurangi karyawan kontrak di dalam Jepang sebanyak 500 orang

9. Sanyo Eletric
kerugiannya 0 (dalam 1 Milyar Yen)
Mengurangi karyawan kontrak terutama di bidang semikonduktor di dalam dan di luar Jepang sebanyak 1200 orang

Dari data diatas bisa dilihat, sebagian besar perusahaan memulangkan kembali karyawannya, begitu juga dengan nasib beberapa kenshuishe (Tnaga Kerja trainee), banyak yang dipulangkan tanpa uang pesangon.  Hal ini sangat meresahkan bagi warga Indonesia yang bekerja di Jepang. Bahkan diperkirakan krisis ini akan semakin memburuk. Sudah siapkah kita menghadapinya?

Saya sendiri yang bekerja di perusahaan software, tidak begitu merasakan perubahan yang signifikan dengan krisis ini. Justru banyak perusahaan yang melakukan penghematan dengan mengganti tenaga karyawan dengan sistemisasi diberbagai bidang, dengan artian permintaan software pun semakin meningkat. Bersyukur nasib saya tidak seperti teman2 lain yang dipulangkan. “Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman)

“Keio, Endou Fujisawa, in coding rush hour “

-kind-

Advertisements

19 Responses to “Global Crisis Come to Japan”


  1. 1 LuXsmaN April 11, 2009 at 11:38 am

    Untungnya Indonesia masih belum terasa

  2. 2 FaNZ April 12, 2009 at 12:55 pm

    Baca dlu mbak
    Hehehehe

  3. 3 kindy April 12, 2009 at 1:09 pm

    @ LuXsmaN: wahh.. masak blm terasa, liat d koran2 byk prusahaan yg bangkrut katanya..

    @fanz: baca yg mana neh ? he3

  4. 4 Dias April 12, 2009 at 8:20 pm

    hmmm….moga ga terjadi berlebihan ma indonesia…

  5. 6 achoey April 13, 2009 at 1:44 am

    Sepertinya harus mulai terapkan ekonomi syariah nih 🙂

  6. 7 sagung April 13, 2009 at 2:19 pm

    Jangan ikutan susah kind.
    Bersyukurlah, untung kamu nggak dipulangkan ke Indonesia karna krisis.

  7. 8 kucluk April 13, 2009 at 3:23 pm

    untung inkubator bukan salah satu yang ada di list itu

    *emange inkubator kuwi perusahaan opo yo!!

  8. 9 maskoko April 16, 2009 at 4:58 am

    bakal ada phk nih…

  9. 10 kindy April 16, 2009 at 8:03 am

    @ Dias: aminnnn

    @ Deteksi: Iya bentar lg pulang kuq he3

    @ Achoey: yuph bener banget tuh, ekonomi yg sesuai dg nilai2 islam

    @ Sagung: iyah, alhamdulillah.

    @ Khucluk: hahaha..mentang2 manager skaligus mrangkap sbg stapam inkubator :mrgreen:

    @ Mas Koko: ah..smoga jangan..

  10. 11 ubadbmarko April 26, 2009 at 1:36 am

    Di Indonesia yang bangkut cuma Partai partai karena suara kurang dari 2 prosen.

  11. 12 minanube April 27, 2009 at 2:03 pm

    untung saya kerjanya di indo dan cuman tukang buat makanan yang enak2 🙂

    selamet… selamet… 🙂

  12. 13 Eru May 5, 2009 at 8:13 am

    Ya sama.. kerja di bidang softwer sedikit ga kena ama imbas.. malah mungkin nambah proyek
    *terutama di indonesia sini karena dianggap murah*

  13. 14 luvnufz May 8, 2009 at 5:56 am

    mudah2an keadaan ini bisa pulih kembali..

  14. 15 kindy May 8, 2009 at 9:45 am

    @ubadmarko: hihihi..kasihan juga yah..ampe jual sawah ma kambing segala caleg2 skrg..^_^

    @minanube: kalo situ tukang buat, mau dunk jd “tukang makan” yang enak2 :mrgreen:

    @eru: hulaaa..lama g ceting, gmn kbr?msh sibuk ngoding?^_^

    @luvnufs:aminnnn..mbaknya d jepang jg to?

  15. 16 Indonews4u May 12, 2009 at 1:46 pm

    mudah mudahan indonesia aman aman aja lah……. 😉

  16. 17 Ando-kun June 16, 2009 at 5:49 am

    Lama tak berkunjung, begitu datang untungnya cuma ada dua postingan baru.

    Memang krisis mengancam berbagai perusahaan besar di Jepang diberbagai bidang. Tapi setahuku, industri yg paling parah kena imbas krisis adalah industri kendaraan alias jidousha kankei. Bukan hanya pabrikannya sj yg kena (Toyota, Honda, Nissan, dll) tp jg industri penyokongnya seperti pabrik pembuat kaca mobil, industri dashboard, setir, kaca spion, lampu mobil, aki/batere mobil, rem, kursi mobil, hingga yg kecil kayak bikin pentil/bucu dan aksesoris.
    Bahkan industri elektronik yg berhubungan dgn mobil seperti pembuat semikonduktor untuk sistem signal mobil, hingga aksesoris elektronik yg membuat pengendara mobil merasa lbh nyaman jg habis kena imbas.

    Paling keliatan tuh anak2 baru lulus kuliah yg nyari kerja alias 就職活動 pada bingung. tahun 2008 pas 1 tahun sblm kelulusan mereka sudah diterima kerja tp malah pas beberapa bulan sebelum lulus thn 2009, semua nya di cancel dan mereka terpaksa nganggur dan cari kerja baru yg lain 😥

  17. 18 Tikno April 7, 2011 at 5:37 pm

    Semoga spare-part yang kita butuhkan akan selalu tersedia. Karena produk Jepang banjir di Indonesia.

  18. 19 ooo1 November 19, 2012 at 3:55 pm

    Jepang memiliki GDP terbesar kedua di dunia,Bersama AS mereka memiliki tanggung jawab khusus dalam mengelola ekonomi dunia.Setahu saya Kabinet PM Taro Aso telah menciptakan dua paket stimulus.Stimulus ini terutama dirancang u/ membantu mengurangi dampak negatif terhadap industri dalam negeri Jepang dan memiliki efek memberikan jaminan dan stabilitas lembaga keuangan dan investor. Sgt penting bg kt untuk tetap memulihkan kepercayaan, tetap mengendalikan&mengambil tindakan bersama 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




  • Ngintip Doank Gak Kasih Comment??



    He3 emang enak di timpuk..
  • Daftarin jd blog favo kamuh..

    Add to Technorati Favorites

    Blog Status

    • 95,455 hits
  • Wanna Chat WIth Me:

  • Yang lagi Nongkrong

    web tracker
    Advertisements

    %d bloggers like this: