Posts Tagged 'telekomunikasi'

Turunnya tarif telekomunikasi terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia

Komunikasi sosial umat manusia memang sedang mengalami metamorfose ke arah selulerisasi. Ini berarti terjadi pergerakan financial pada taraf hidup masyarakat. Tak pelak, perusahaan operator pun semakin menjamur dan berimbas pada persaingan tarif dan layanan. Walaupun kadang iklan yang ditayangkan implicit dari kenyataannya, toh masyarakat tetap menggunakan operator tersebut. Karena dengan turunnya tarif dan bertambahnya layanan, akan semakin mempermudah pula kehidupan umat manusia. Tapi, apa iya hanya keuntungan saja yang didapat?

Pic: Iklan operator di suatu jalan Jakarta(before)

Sayangnya, kemajuan teknologi selalu berbanding lurus dengan tingkat kriminalitas. Semakin tinggi teknologi dan semakin banyak orang menggunakan seluler maka semakin besar pula kriminalitas melalui seluler. Sebut saja Dr.Azhari, pada penggeledahan rumahnya yang di Semarang ternyata di temukan kartu seluler tidak tanggung-tanggung, 1 pak!! Coba di cek, hampir semua seluler pasti pernah mendapat SMS yang intinya minta di transfer sejumlah uang ke rekening tertentu atau info menang undian lalu untuk pengiriman hadiah harus menyebutkan no. rekening atau PIN. Buat mereka yang baru saja mengenal seluler bisa saja percaya pada SMS basi tersebut. Sudah berapa kali kriminalitas bermodus sama terjadi dari sebuah kartu seluler yang sekali pakai lalu buang??

Pic: Iklan operator di suatu jalan Jakarta(After)

Ya pemerintah kita dalam hal ini masih kurang menaruh perhatian serius terhadap keamanan dan kenyamanan menggunakan telekomunikasi. Sebut saja Jepang, semua seluler di negara ini menggunakan system pasca bayar. Sehingga jika terjadi kejahatan polisi segera bisa melacaknya karena dari nomer tersebut bisa terlihat nama pemiliknya. Setiap seluler di sini tercatat di pemerintah, nama dan alamat pemilik pun harus asli. Untuk pendaftaran seluler harus dilakukan secara langsung dengan menunjukkan KTP asli serta kartu credit/buku tabungan/ atau jaminan lain yang membuktikkan dia mampu membayar tagihan bulanan.

Transaksi pertama adalah memilih dari perusahaan apa kartu seluler yang diinginkan, setelah itu memilih model seluler (pembelian seluler dengan kartunya harus sepaket), baru melakukan pendaftaran secara langsung. Jika ingin ganti seluler baru pun tidak semudah seperti di Indonesia, karena setiap kartu tertanam di setiap seluler, maka customer harus datang langsung ke counter. Untuk memiliki lebih dari satu pun bisa, dengan cara pendaftaran yang sama.

Perang tarif? Tentu saja ada, bahkan ada operator provider di Jepang yang berani menggratiskan seluruh layanan baik sms maupun telepon kepada sesama pengguna. Dengan adanya system pasca bayar bukan berarti masyarakat akan enggan menggunakan seluler, dalam artian bahwa saat ini masyarakat sangat tergantung pada seluler. Kebutuhan untuk memiliki lebih dari satu operator pun pasti akan tetap ada. Tidak ada penurunan tingkat konsumsi, justru yang ada adalah bertambahnya pengguna seluler karena keamanannya terjamin.

Tak perlu khawatir jika seluler tertinggal di suatu tempat, karena jika ada yang menemukan pasti akan diberikan pada kantor polisi terdekat, lalu kita akan dihubungi oleh pihak kepolisian. Jika ada orang yang ingin mencuri seluler atau melakukan kejahatan melalui seluler, rasanya mereka harus berpikir dua kali. Begitu ketatnya regulasi seluler di Jepang membuat masyarakat menjadi nyaman dalam berseluler.

Pic: Transformer cellphone dari salah satu operator di Jepang

Jadi, murahnya tarif telekomunakasi tanpa diimbangi dengan system keamanan dan perencanaan yang jelas tetap saja akan membuat pengguna seluler merasa tidak nyaman. Mereka harus ekstra hati-hati membawa seluler kemanapun (apalagi untuk seluler mahal atau yang di dalamnya terdapat foto-foto porno yang lagi marak belakangan). Dengan menerapkan sistem pasca bayar dan pendaftaran langsung untuk setiap seluler, kita pun bisa melakukan pemetaan tingkat ekonomi dari banyaknya jumlah pengguna seluler di suatu wilayah. Rasanya sudah saatnya pemerintah meninjau kembali tentang regulasi seluler dan belajar dari Jepang.

pic: http://tukangsinyal.files.wordpress.com/2008/04/perang-tarif.jpg   &   http://img238.imageshack.us/img238/3488/att2276315gt7.jpg &   http://www.lovingthemachine.com/uploaded_images/Softbank-keitai-764275.jpg


Advertisements

  • Ngintip Doank Gak Kasih Comment??



    He3 emang enak di timpuk..
  • Daftarin jd blog favo kamuh..

    Add to Technorati Favorites

    Blog Status

    • 95,455 hits
  • Wanna Chat WIth Me:

  • Yang lagi Nongkrong

    web tracker
    Advertisements